TENTANG SENJA YANG JATUH CINTA PADA HUJAN

by - 04:16

 
Senja bergeming sendirian. Ia bosan menghabiskan seluruh hidupnya hanya menjadi perantara bagi pertemuan antara sang surya dan rembulan. Senja sadar, bahwa dirinya hanya bagian kecil dari skenario semesta. Satu hal yang tak ia sadari, bahwa ada saat di mana perasaan dalam dirinya akan meluap. Ternyata, senja pun memiliki perasaan.

Senja bergeming sendirian. Ia hampir menangis karena menyadari bahwa selain menjadi perantara pertemuan antara sang surya dan rembulan, Senja juga lah yang menghantarkan perpisahan antara siang dan malam. Sekuat tenaga Senja berusaha menjalankan tugasnya, yaitu memberikan perpisahan yang indah, yang berkesan dan menghasilkan kenangan manis bagi siapapun yang menikmatinya.

Suatu hari, Senja bertemu Hujan dalam suatu ketidaksengajaan. Hujan datang ditengah rasa jenuh yang Senja alami. Hujan datang membawa segala kesejukan yang Senja butuhkan. Senja merasa tenang bersama Hujan, ia merasa nyaman, ia merasa aman. Sebelumnya tak seorangpun tahu bahwa Senja dan Hujan memiliki berjuta kesamaan, Senja pun tak menyangka bahwa Hujan akan membuatnya sebahagia ini.

Akhirnya, dalam pekatnya Senja, ia jatuh hati pada Hujan. Sekarang mereka berjalan beriringan. Ternyata Senja dan Hujan menghasilkan komposisi yang indah. Senja tampak memukau saat diterpa Hujan, Hujan pun berbahagia dibalik hangatnya pelukan Senja. Mereka berdua semakin tenggelam dalam nyaman.

Namun sayangnya, sepertihalnya waktu, ketidaksengajaan pun merupakan rahasia yang fana. Kesempatan Senja telah habis dimakan waktu. Senja sadar waktunya dengan Hujan hanya sekejap mata. Hujan pergi menjemput Pelangi. Tapi Senja tidak menangisi Hujan yang hanya singgah untuk sementara, ia sadar bahwa Hujan telah menghidupkan kembali hatinya. Setidaknya sekarang Senja memiliki kenangan bersama Hujan yang akan terus ia ingat sampai skenario semesta ini berakhir.

Walaupun masih sering bertanya dalam hati, "bukankah semestinya, aku semestamu?", namun Senja tetap menerima. Semakin lama Senja menyadari bahwa memang Hujan ditakdirkan untuk Pelangi. Walaupun tak lagi berjalan beriringan dan Hujan hanya singgah untuk sementara, namun Senja tetap jatuh cinta pada Hujan.

Senja menatap Hujan dari belakang. Senja akhirnya melenggang dengan tenang. Senja yakin, ia dapat menemukan semburat Lembayungnya sendiri.




 
Photo cover by unsplash.com

You May Also Like

0 komentar