• Home
  • About
  • Life Style
    • Night Thoughts
    • Cliche Story
    • Beauty Blog
    • Life
    • Poem
  • Contact

Selarik Senja

pinterest google twitter instagram tumblr
 
Senja bergeming sendirian. Ia bosan menghabiskan seluruh hidupnya hanya menjadi perantara bagi pertemuan antara sang surya dan rembulan. Senja sadar, bahwa dirinya hanya bagian kecil dari skenario semesta. Satu hal yang tak ia sadari, bahwa ada saat di mana perasaan dalam dirinya akan meluap. Ternyata, senja pun memiliki perasaan.

Senja bergeming sendirian. Ia hampir menangis karena menyadari bahwa selain menjadi perantara pertemuan antara sang surya dan rembulan, Senja juga lah yang menghantarkan perpisahan antara siang dan malam. Sekuat tenaga Senja berusaha menjalankan tugasnya, yaitu memberikan perpisahan yang indah, yang berkesan dan menghasilkan kenangan manis bagi siapapun yang menikmatinya.

Suatu hari, Senja bertemu Hujan dalam suatu ketidaksengajaan. Hujan datang ditengah rasa jenuh yang Senja alami. Hujan datang membawa segala kesejukan yang Senja butuhkan. Senja merasa tenang bersama Hujan, ia merasa nyaman, ia merasa aman. Sebelumnya tak seorangpun tahu bahwa Senja dan Hujan memiliki berjuta kesamaan, Senja pun tak menyangka bahwa Hujan akan membuatnya sebahagia ini.

Akhirnya, dalam pekatnya Senja, ia jatuh hati pada Hujan. Sekarang mereka berjalan beriringan. Ternyata Senja dan Hujan menghasilkan komposisi yang indah. Senja tampak memukau saat diterpa Hujan, Hujan pun berbahagia dibalik hangatnya pelukan Senja. Mereka berdua semakin tenggelam dalam nyaman.

Namun sayangnya, sepertihalnya waktu, ketidaksengajaan pun merupakan rahasia yang fana. Kesempatan Senja telah habis dimakan waktu. Senja sadar waktunya dengan Hujan hanya sekejap mata. Hujan pergi menjemput Pelangi. Tapi Senja tidak menangisi Hujan yang hanya singgah untuk sementara, ia sadar bahwa Hujan telah menghidupkan kembali hatinya. Setidaknya sekarang Senja memiliki kenangan bersama Hujan yang akan terus ia ingat sampai skenario semesta ini berakhir.

Walaupun masih sering bertanya dalam hati, "bukankah semestinya, aku semestamu?", namun Senja tetap menerima. Semakin lama Senja menyadari bahwa memang Hujan ditakdirkan untuk Pelangi. Walaupun tak lagi berjalan beriringan dan Hujan hanya singgah untuk sementara, namun Senja tetap jatuh cinta pada Hujan.

Senja menatap Hujan dari belakang. Senja akhirnya melenggang dengan tenang. Senja yakin, ia dapat menemukan semburat Lembayungnya sendiri.




 
Photo cover by unsplash.com
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 
Hari ini
Kita nikmati kota kembang
Seperti dalam film layar lebar
Yang kita tonton kala itu

Di sudut meja cokelat
Dalam sebuah perpustakaan tua
Kita membicarakan apa saja
Buku yang kau baca, catatan yang kutulis
Semua yang membuatmu tersenyum hari ini
Berdua kita menertawakan hidup

Dan pada akhirnya
Di lembar terakhir buku yang kau baca
Dalam sebuah perpustakaan tua
Bersamaku
Kau akan tahu
Bahwa Bandung adalah
Hal kedua yang aku suka
Setelah matamu. 








Photo cover by unsplash.com
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts

About


Pouring her mind into words // Literature student.

Catch Up

Labels

Cliche Story Life Night Thoughts Poem Quotes Song

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  February (1)
  • ▼  2017 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  October (10)
    • ►  September (5)
    • ►  May (1)
    • ►  March (3)
    • ▼  February (2)
      • TENTANG SENJA YANG JATUH CINTA PADA HUJAN
      • Kepada Kamu
Powered by Blogger.

Search

Popular Posts

  • Trust
    Love is trust, they said You said that you done with love, if there's no trust anymore You asked me to trust you, to believe in...
  • so, thank you.
    Maybe i made your life hard and difficult Because i know, loving me is not that easy And probably loving me is the hardest thing yo...
  • Truth Hurts
    we want answers but we're afraid to ask sometimes the truth hurts and so we lie to ourselves ― r.h Sin This is the trut...

Created with by BeautyTemplates